Unjuk Rasa, Kok Jadi “Senjata”
Mei 28, 2008 at 7:23 am Tinggalkan Komentar
Jika ada orang yang mengakui sejujurnya bahwa unjuk rasa atau demo yang sering dilakukan di negeri ini, dia tak setuju, maka saya termasuk di antaranya. Kenapa tak setuju dengan aksi unjuk rasa? Tentu saya beralasan dengan mengatakan karena aksi unjuk rasa itu lebih banyak merugikan . Lihatlah, apa yang telah kita petik dari hasil unjuk rasa atau demo di negeri tercinta ini. Saya menilai justru berindikasi lebih banyak menjadi “senjata” politik bagi pihak tertentu.
Kalau ingin berdemokrasi, seharusnya kita tidak harus melakukan aksi unjuk rasa yang berisiko bagi pengunjuk rasa tersebut. Aksi unjukrasa saya nilai identik dengan aksi petugas polisi pomong praja saat menggusur pedagang kakilima yang sering “mengobrak-abrik” barang atau harta yang bukan miliknya atau milik negara.
Begitu pula dengan aksi unjuk rasa yang munmgkin bertujuan melancarkan protes, tetapi yang terjadi justri risiko yang tidak kita ingin. Selalu saja pengunjuk rasa akhirnya jadi bentrok dengan abdi negara seperti polisi yang ingin mengamankan Kamtibmas di negeri ini. Aksi- aksi unjuk rasa yang merugikan bagi anak bangsa Indonesia (mungkin tanpa kita sadari) tampak terus ada di negeri ini.
Maka itulah saya mengusulkan kepada Anak Bangsa dan pengabdi bagi negeri tercinta, menyadari bahwa aksi unjuk rasa itu sebenarnya tak sesuai dengan “adat” kita. Sebab, kita selama ini selalu menjalin persatuan dan kesatuan bagi rakyat Indonesia. Maka saya pun menganjurkan kepada kita semua, agar senantiasa memupuk kesamaan dalam membangun negeri ini ke arah yang lebih baik.
Entry filed under: Uncategorized. Tags: .

Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed