Tergiur Gaji Atau Mau Mengabdi
April 16, 2009 at 8:27 am Tinggalkan Komentar
Anak negeri ini yang terjun di politik praktis sungguh luar biasa banyaknya. Di mana pun dia domisili, saling ngotot menjadi caleg. Mereka ramai- ramai ingin menduduki kursi terhormat. Mimpi jagi anggota dewan. Wah.. bukan main!
Apa yang diinginkan sibuk amat sampai lupa daratan jadi caleg? Jadi dewan terhormat itu sebenarnya bukan enak seperti dibayangkan. Bukan duduk diam dan terima gaji? Jika begitu naga-naga berarti, wakil rakyat mengibuli rakyat namanya. Gaji anggota dewan memang menggiurkan. Namun, jika itu yang dikejar lebih baik berbisnis saja.
Jadi anggota legislatif itu berat, Bung? Risikonya nyawa bila tak mampu meniti di jalur yang dikehendaki rakyat. Contohnya, Ketua DPRD Sumut Aziz Angkat diberangkatkan ke kuburan lantaran tak mampu menghadapi aksi demo. Maka itulah, menjadi dewan terhormat bukanlah sekadar untuk menguber gaji setelah dipilih oleh rakyat. Yang hakiki adalah suatu pengabdian untuk menyampaikan aspirasi rakyat, memperjuangkan rakyat ke muara kehidupan yang lebih baik.
Anggota DPRD atau DPRD mesti melakoni politik yang mengenai di hati rakyat. Tidak tidak, alamatlah menjadi olok-olok rakyat, bahkan dizalimi. Sebab, yang diharapkan rakyat dengan adanya wakil rakyat berarti aspirasi rakyat bisa disampaikan kepada pemerintah. Maka itulah jelas, menjadi anggota dewan adalah suatu pengabdian demi rakyat dan negeri tercinta.
Percayalah! Jika Anda termasuk menjadi wakil rakyat yang terpilih dalam Pemilu Legislatif 2009, akan dituntut suatu pengabdian yang sarat dengan suatu pengabdi untuk membela rakyat yang memang sangat menghadapi suatu perubahan dalam segala aspek. Selain itu, harus hati- hati bukan tidak mungkin pula kelak target ‘tembak’ KPK akan beralih mengincar anggota dewan yang tak becus.
Makanya jika Anda terpilih jadi anggota dewan jangan coba- coba melupakan rakyat. Bukankah Anda dipilih oleh rakyat?
Entry filed under: Uncategorized. Tags: .

Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed