SIAPAKAH KOONG
Koong Taharuddin, lahir di Kota Tanjungpura, Kabupaten Langkat (Sumatera Utara) .
Terjun ke jurnalistik sejak tahun 1977. Mengawali karier di Harian Analisa. Kemudian di Medan Pos, Aneka Minggu, Teruna Baru, Sangkakala, Suara Karya, Harian Medan Bisnis, Harian Global, Nasional Pos, Suara Nasional dan Siantar 24 Jam.
13 Komentar Add your own
Tinggalkan Balasan
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed
1.
BatakNews | Mei 23, 2007 pada 11:06 am
kaget!
apa kabar bang?
tak kusangka akhirnya bisa bertemu abang justru di dunia maya ini. tadi aku keliling-keliling membaca blog, eh, tahunya malah nyasar ke sini; dan syukurlah.
terima kasih abang buatkan tautan bataknews. nanti blog abang juga akan kutautkan di blogku.
gimana bang pekerjaannya di koran? semoga sukses ya. aku juga berharap koran yang cerdas dan menyejukkan itu akan menjadi besar.
terima kasih ya bang. salam buat semua kawan di medan.
salam; jarar siahaan di balige.
2.
Toga | Juni 12, 2007 pada 5:37 pm
Tak bilang-bilang pula abang awak ini sudah buat blog. Kan bisa diriliskan untuk terbit 2 kolom, Bang..
))
Sorry, Dik Toga yang selalu sibuk. Saya juga kagum dengan “majalah” Anda yang sangat menjual, Bah. Oke salam dari Koong, Horas..
3.
tobadreams | Desember 10, 2007 pada 3:13 am
salam kenal dari orang biasa di Jakarta.
Horas
4.
mhd rinaldi | Januari 16, 2008 pada 8:09 am
terkejut kali aku bang koong. iseng-iseng buka website mencari berita perkembangan pilkada sumut, eh nyasar aku ke blogspot abang ini. paten kali, ini baru kreatif namanya. udah lama kita gak ketemu ya bang, tapi begitu aku liat foto abang nampang disitu, langsung alku yakin ini pasti bang koong taharudin, kawan lama dulu di medan bisnis. apa kabarnya bang? masih di global? apa kabar pak setiawan? salam dari aku ya. maju terus abangda….
muhammad rinaldi
redaktur majalah Property & Bank Jakarta
(eks redaktur medan bisnis)
5.
Afrizal Putrawan | Maret 11, 2008 pada 1:46 am
Assalaumalkum Ya, Putra kangen banget sama ayah!. Putra mau cepat cepat bertemu dengan ayah tercinta. Untuk pertamanya putra Melihat muka ayah ternyata muka ayah mirip dengan putra.Putra maunya cepat-cepat pulang ke medan bertemu dengan ayah tapi bagaimana lagi, putra tidak punya waktu untuk kesana. Putra sekarang lagi konsentrasi sama kuliah putra.
Putra kuliah di LP3I Pasar Minggu Jakarta Selatan, Mengambil Jurusan Informatika Komputer Putra sekarang kuliah sambil kerja. Putra kerja di Perusahaan Web Programming di Bogor.
Putra minta restu supaya kuliah putra lancar. Semoga ayah disana sehat selalu. Jaga kesehatan ya ! .Disini Putra selalu mendo’akan Ayah Tercinta .
Wasalamualaikum
Salam Kangen.
6.
syahrizalpulungan | April 16, 2008 pada 5:05 am
terimakasih udah hadir di asahannews moga dengan informasi yang akurat membuat masyarakat semangkin maju di dalam berdemokrasi….dan tidak hanya selalu ikut ikutan
7.
nirwan | Mei 27, 2008 pada 12:20 pm
ampon paduka….ampon….. hahahahahaha
8.
ariadi | Mei 30, 2008 pada 4:00 am
Selamat berjuang Bang Koong, mudah-mudahan upaya kita bisa membuahkan hasil. Untuk semuanya, marilah kita berdoa menurut agama dan kepercayaan kita masing-masing.
9.
dicky zulkarnain,se | Juni 12, 2008 pada 6:43 am
dear BANG KOONG
bang Saya juga ikut -ikutan JADI CALON BUPATI DILANGKAT DAN IKUT bebat yaktu itu yang di selenggarakan permadans
Sebenarnya saya di LAngkat untuk pendidikan politik aja dan bukan berminat benar -benar . tetapi rasa kecewa untuk lihat langkat selama 10 tahun ini dan coba utuk memberi arti . tetapi apa mau di buat . kebiasan panglima talam dan siram-siram yamg dilakukan kepala arang membuat mental rakyat lamgkat jadi penggemis .
bang Saya adalah salah seorang cucu dari alm pejuang dari t.pura
aku sih bukan siapa -siapa
hanya pejuang dan penjaga reformasi di sumut
oke bang selamat untuk blog nya
semoga abang juga menjaga langkat kita
dari orang yang opurtunis dan bermental koruptor
lakukan perubahan untuk langkat yang lebih baik
salam juang
DICKY Z SE
10.
dicky zulkarnain,se | Juni 12, 2008 pada 6:48 am
Dear b,KOONG
anak tanjug yang maju ada 4
pasti suara bisa pecah
untuk itu hindari mafia dari hulu karena lebih bahaya dari narkoba
atau mari kta sama -sama mengkontrol kpud langkat karena ada indikari kecuranggan yang dilakukan
salam juang
DQ
11.
koong | Januari 15, 2009 pada 11:24 am
Apa kabar! Abang masih ingat kok. Sekarang di mana?
12.
koong | Januari 18, 2009 pada 7:20 am
Fan, abang sekarang “mocok- mocok” di salah satu koran.
13.
koong | Mei 7, 2009 pada 11:40 am
fan abang di metro 24